Posted by : junaiding Minggu, 08 Juli 2012


  1. Exporter & Importer Make a Sales contract, which includes the agreement of both parties as the Contracting Parties concerned, the type and quantity of goods, payment, delivery terms and provisions of the resolution of conflicts.
  2. Importer apply the opening of L/C with a guarantee to Opening Bank
  3. Opening Bank / Issuing Bank informing to the Advising bank about the existence of L/C.
  4. Advising Bank informing to exporters about the existence of L/C.
  5. Exporters prepare for packing of goods, processing of documents, insurance, and customs, then deliver the goods in accordance with the terms of delivery.
  6. Goods are loaded above the ship / aircraft, then exporters are given B/L or AWB
  7. Exporter submit all the documents (in accordance with the terms in the L/C) to Advising Bank. And the goods were transported to the port of the importer.
  8. Advising Bank directly pays the price of the goods after all documents are checked by the Advising Bank, or usually the payment is made after confirmation of the completeness and validity from Opening Bank of the the whole document. It depends on the agreement and cooperation between the  Opening Bank and Advising Bank.
  9. Advising Bank submit all documents to the Opening bank to obtain reimbursement of payment of the goods.
  10. Opening Bank notify the existence of the export documents to the importer
  11. Importers pay the entire price of goods and administrative expenses to the Opening Bank.
  12. Opening bank submit all documentation to the Importer.
  13. Importer doing customs clearance, and remove the goods from the port.
  14. Importer bring the goods out to the storehouse.
Finish the process.

  1. Membuat kontrak perdagangan, yang memuat kesepakatan kedua belah pihak seperti Para Pihak yang terkait, jenis dan jumlah barang, cara pembayaran, syarat penyerahan barang, serta ketentuan penyelesaian konflik.
  2. Importir mengajukan pembukaan L/C dengan jaminan
  3. Bank Pembuka/Issuing Bank menginfokan kepada Advising bank tentang keberadaan L/C.
  4. Advising Bank menginfokan kepada eksportir tentang keberadaan L/C.
  5. Exportir mempersiapkan pengemasan barang, pengurusan dokumen, asuransi, dan kepabeanan, kemudian mengirimkan barang sesuai dengan syarat penyerahan.
  6. Barang dimuat keatas kapal / pesawat, kemudian eksportir diberikan B/L atau AWB
  7. Eksportir menyerahkan semua dokumen tersebut (sesuai dengan syarat yang tercantum di dalam L/C) kepada Advising. Dan barang pun diangkut menuju pelabuhan Importir.
  8. Advising Bank langsung membayar harga barang yang tercantum di dalam L/C setelah diperiksa seluruh dokumen tersebut oleh Advising Bank, atau biasa juga pembayaran dilakukan setelah ada konfirmasi mengenai kelengkapan dan keabsahan dari Opening Bank terhadap seluruh dokumen tersebut. Hal ini tergantung kesepakatan dan kerjasama kedua Bank yang terkait.
  9. Advising Bank menyerahkan dokumen tersebut kepada Opening bank untuk memperoleh penggantian uang pembayaran barang tersebut.
  10. Opening Bank memberitahukan keberadaan dokumen ekspor tersebut kepada Importir
  11. Importir membayar seluruh harga barang dan biaya administrasi kepada Bank Pembuka.
  12. Bank Pembuka menyerahkan seluruh dokumen tersebut kepada importir.
  13. Importir melakukan pengurusan kepabeanan, dan mengeluarkan barangnya dari pelabuhan.
  14. Importir membawa barangnya keluar menuju gudangnya.
 Proses Selesai

Regards
Jun

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Welcome to My Blog

Translate

Popular Post

Followers

Ada kesalahan di dalam gadget ini

- Copyright © INTERNATIONAL LAW -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -